Sabtu, 07 Februari 2015

Pentingnya Make Up di Hari Penting



Waktu itu saya hendak membuat foto. Dari jauh hari, saya sudah menyiapkan uang untuk sesi foto ini. Seperti yang teman-teman sudah ketahui, memakai jasa fotografer itu bukan biaya yang sedikit. Sebesar 3 juta rupiah ketika itu yang harus saya bayar, itu cuma biaya fotografer saja, jadi, untuk wardrobe, make up dan cetak, saya bayar lagi. Sebetulnya, mereka menyiapkan 3 hal yang exclude tadi supaya semuanya lebih praktis, tapi biayanya 11 juta. Selisihnya jauh sekali kan?

Karena tidak termasuk make up, maka pagi itu saya ke salon dulu, untuk menata rambut. Sehari sebelumnya saya sudah buat appointment, jadi hari ini saya tidak harus antre lama-lama. Setelah masuk, saya baru sadar, si Mbak yang biasa menata rambut di sini, tidak ada lagi, jadi semuanya adalah orang baru, jadi saya tidak tau, apakah hasil kerjanya bagus atau tidak.

Saya langsung minta contoh gambar dan menentukan satu gambar gaya rambut. Bukannya cerewet, tapi saya maunya seperti itu, kan, kalau cuma diberi arahan, yah dia cuma akan mengira-ngira, beda kalau ditunjukkan gambarnya. Rambut saya panjang, jadi wajar saja kalau prosesnya lama. Tapi, kali ini kok lama sekali ya? Karena dikerjakan dari rambut bagian belakang dulu, saya tidak tau kalau ternyata si Mbak mengeriting rambut saya, padahal saya cuma minta dibuat bergelombang. Pantas lama sekali..

Setelah lebih dari 1 jam, jadilah rambut saya jauh berbeda dengan yang saya mau. Niat hati cuma ingin tampak rapi natural, saya justru terlihat seprti penyanyi dangdut yang siap manggung. Saya yang tadinya juga mau didandani, langsung mengurungkan niat, lebih baik saya dandan sendiri saja. Saya lihat Mbaknya sendiri dandanannya tidak rapi. Untungnya saya bawa perlengkapan make up saya.

Karena kesal, saya berpikir untuk cari salon cair untuk mengubah rambut saya. Tidak apalah keluar uang lagi. Tapi sayangnya waktu sudah mepet. Untuk sesi foto seperti saya ini, durasi sewa studio sudah ditentukan di awal. Jadilah saya langsung menuju lokasi.

Sesampainya di studio, saya ngebut untuk berdandan. Mungkin karena gugup dan waktu yang mepet, saya menggunakan foundation dengan warna yang salah, warnanya terang sekali. Saya juga kesulitan menggunakan bulu mata palsu. Miring-miring, terlalu panjang (tidak bawa gunting pula) dan lepas terus sepanjang sesi foto. Maklum, saya tidak pernah menggunakan bulu mata palsu bahkan untuk ke pesta, paling hanya ketika jadi pagar ayu saja.

Wah, dandanan saya hari itu kacau balau. Uang sudah keluar banyak tapi hasilnya tidak jelas. Untung fotografernya handal, dia bisa mencari lighting yang bisa mengimbangi kondisi saya. Kesal sih, tapi ini pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran. Berikut tips untuk teman-teman supaya tidak merasakan hal seperti ini.
  1. Bawa gambar gaya rambut dan make up yang kamu inginkan.
  2. Carilah capster atau stylish yang memang biasa mengerjakan rambut dan make up mu.
    Ingat nih, walaupun di salon, hasil make up belum tentu bagus. Dikerjakan sama make up artist saja, belum tentu loh hasilnya sesuai dengan keinginan kamu.
  3. Kalau budgetmu mencukupi, lakukan test make up lebih dulu. Ini lumayan mahal.
  4. Sediakan waktu ekstra, jadi kalau hasilnya jelek seperti saya waktu itu, masih bisa cari salon lain untuk memperbaiki. Uang lagi nih tapi daripada foto kamu rusak? Foto prewedd misalnya, itu untuk seumur hidup loh..
  5. Bawa perlengkapan make up selengkap mungkin. Kalau ada yang belum pernah kamu pakai,  sebaiknya dicoba dulu, supaya tau cocok atau tidak dengan warna kulit kamu dan dengan wardrobe. Kalau kamu ada yang tidak mengerti cara menggunakannya, cari informasi dulu. Jangan sampai salah pakai.
  6. Bawa pembersih muka. Sebaiknya yang krim, bukan sabun. Bawa juga baby oil.
  7. Pastikan kondisi kulit kamu baik.
  8. Latihan dandan dulu menggunakan perlengkapan yang sekiranya akan kamu pakai di hari H.
Ada tips lain? Yuk share..


image: designyoutrust

Selasa, 20 Januari 2015

Olay Total Effects



Olay Total Effects 7 in 1. Krim ini terbagi jadi day cream dan night cream. berfungsi sebagai krim untuk mencegah timbulnya tanda-tanda penuaan dini. Katanya, krim ini bisa mulai dipakai oleh mereka yang usianya mendekati 30. Let's talk about the day cream.

Pertama, thanks God, krim ini tidak berwarna, jadi, kalau pakai ini, tidak terlihat seperti habis pakai bedak, jadi, laki-laki juga bisa pakai. Ini sisi Ok nya.

Selanjutnya, kita bahas sisi kurang OK nya ya. Krim ini agak 'berat', cepat bikin kulit berkeringat. Hasilnya cukup lambat packagingnya sedikit menipu (karena ternyata isinya sedikit, hanya 20 gr, botolnya besar sekali). Mungkin, produk ini harus dipakai lengkap dengan produk-produk pendukungnya barulah ada efek..

Dapatkan produk ini seharga Rp 66.000


rate **

Selasa, 13 Januari 2015

The Body Shop Vineyard Peach Shower Gel






The Body Shop Vineyard Peach Shower Gel. Ini pertama kali saya beli sabun mandi di The Body Shop. Mungkin terlalu berharap, karena saya akui, beberapa produk The Body Shop yang pernah saya pakai, hasilnya bagus-bagus.

Sorry, saya publish foto sabun yang isinya hanya tinggal sedikit. Saya coba terus pakai produk ini, harapannya sih, mungkin efeknya agak lama baru terasa. Tapi sayangnya, sampai dengan isinya nyaris habis pun, saya tidak merasakan efek apa-apa, cuma dapat wanginya saja, yang bisa bikin area kamar mandi sampai ikut harum.

Harganya mahal, sekitar Rp 70.000 untuk 250 ml. Untuk brand lain yang bukan standart di supermarket, kamu bisa dapat sabun cair ukuran 1 lt dengan harga yang hampir sama.


rate **

Kamis, 08 Januari 2015

Tea Tree Skin Clearing Facial Wash



Sama-sama berupa produk facial wash dari The Body Shop seri Tea Tree, tapi apa bedanya dengan yang Cool and Creamy Wash? Pertama, tekstur. Facial wash ini kental, mirip dengan sabun mandi cair. Sedangkan dari fungsi, ini lebih untuk kamu yang kulitnya ekstra berminyak dan banyak bekas jerawat.

Harganya Rp 109.000 untuk 250 ml, jauh lebih murah dibanding yang berbentuk krim yang isinya hanya 100 ml (seharga juga Rp 109.000).

Sabtu, 03 Januari 2015

The Body Shop Tea Tree Blemish Fade Night Lotion



My favorite face mosturizer!

Mungkin kamu melihat ada beberapa produk Tea Tree dari The Body Shop di blog ini. Yes, I do love these product

Jenis kulit saya bikin pusing, karena cenderung normal tapi mudah sekali kering, kadang sampai mengelupas, kadang berjerawat dan very sensitive, ternyata cocok dengan produk-produk dari The Body Shop yang satu ini. Parahnya, saya memiliki alergi terhadap kosmetik yang mengandung pewarna dan pewangi, tapi ketika menggunakan produk ini, tidak ada masalah sedikit pun. Cool!

Biasanya, ketika pakai krim malam dari produk lain, bahkan beberapa produk dari The Body Shop lainnya, setelah seminggu, di kulit saya akan timbul jerawat, tidak cuma di sekitar daerah T, tapi juga di pipi. Setelah pakai produk ini? Tidak, tuh..

Dulu, sewaktu pertama kali mau mencoba produk ini, saya berkonsultasi dulu dengan Store Keeper di Body Shop. Intinya, katanya, hal itu biasa disebabkan oleh tingginya tingkat kelembaban pada krim. Jadi, pada beberapa hari awal pemakaian, kulit akan segera lembab, tapi setelah sekitar satu minggu, malah akan timbul jerawat, ‘terlalu moist’. Thanks to si Kakak petugas toko yang berbaik hati mau memberi penjelasan panjang lebar pada saya.

Nah, selain sebagai moisturizer, krim ini juga berfungsi untuk memperbaiki kulit yang rusak akibat jerawat? Does it works? Sangat. Bekas jerawat jadi cepat kering, mengelupas dan tidak meninggalkan noda di kulit.

Krim ini seharga Rp 179.000 untuk 30 ml.  

rate****



Kamis, 01 Januari 2015

The Body Shop Manicure Stick


The Body Shop manicure stick, pertama kali beli stick ini, saya hanya iseng coba-coba. Ketika datang ke store nya, saya ingat, orang tua saya bilang, 'tumit pecah-pecah nih kulitnya, pakai apa ya supaya bagus lagi?'

Saya agak pilih-pilih soal beli manicure stick, karena kulit orang tua kan, lebih rentan, apalagi salah satu orang tua saya, memiliki penyakit diabetes, jadi tidak boleh luka, karena akan sulit sembuh dan bisa terjadi komplikasi.

Setelah beberapa kali pakai, hasilnya bagus sekali. Kulit mati yang kasar dan retak-retak, hilang tanpa ada kulit yang luka. Pemakaian stick jadi lebih baik dibarengi pemakaian lotion khusus tumit (kami memakai lotion dari Rosken). Stick ini juga sangat awet. Ini foto yang saya ambil setelah menggunakan stick ini kira-kira selama setahun. Stick masih dalam kondisi baik.


Sayangnya, stick seharga Rp 39.000 ini sekarang susah sekali dicari, karena mulai berganti produk dengan yang bentuknya batangan.


rate ****

Kamis, 25 Desember 2014

Cat Rambut L'oreal Exellence Creme



Ini kali pertama kami mencoba L'Oreal Excellence Creme, biasanya, menggunakan cat rambut dari kompetitor brand ini. Kalau lihat di rak-rak pajang, dua produk ini pasti diletakkan bersebalahan, deh..

Dari segi kemasan, produk ini sebetulnya punya aplikator-aplikator yang lebih lengkap dibanding yang lain, misalnya, sarung tangan plastik sudah tersedia, sisir pun disediakan di dalam kemasan, jadi, kita tidak usah repot-repot beli sisir dan kuas khusus untuk cat rambut lagi. Tapi, menurut saya, aplikator ini justru susah untuk dipakai. Dipakaikan saja susah, apalagi kalau mau pakai sendiri..
Jadi selama pemakaian, saya buka tutup botolnya, dan pakai kuas khusus, karena krim jadi lebih cepat merata.

Dari jumlah isi, kira-kira, sama saja dengan merk lain, sama-sama banyak, jadi cukup untuk rambut yang panjang.

Saya memakaikan produk ini untuk menutupi uban di rambut ibu saya. Seperti di gambar berikut.

Ini rambutnya sebelum menggunakan cat.

Ini hasilnya.

Bicara soal hasil, tidak memuaskan ya. Kelihatan kan, hasilnya tidak jauh berbeda, cuma jadi ada sedikit warna kecokelatan saja. Uban tidak tertutup dengan baik, apalagi rambut yang masih hitam. Padahal, cat sudah didiamkan selama lebih dari satu jam (di kemasan hanya ditulis sekitar 15 menit). Mau didiamkan lebih lama lagi, malah khawatir dengan efek sampingnya. Mengecewakan? Sudah tentu, karena harga untuk mendapatkan cat ini, seharga lebih dari Rp 100.000 atau 3x lipat dari produk kompetitornya.


rate **